“Grit grows as we figure out our life philosophy, learn to dust ourselves off after rejection and disappointment, and learn to tell the difference between low-level goals that should be abandoned quickly and higher-level goals that demand more tenacity. The maturation story is that we develop the capacity for long-term passion and perseverance as we get older.”
― Angela Duckworth, Grit: The Power of Passion and Perseverance
Dalam hidup, seringkali kita melihat orang yang cepat menyerah ketika rencana tidak berjalan sesuai harapan. Namun, ada pula mereka yang memilih bertahan, tetap berusaha meski jalan terasa terjal. Itulah yang disebut grit—perpaduan antara passion dan ketekunan.
Seorang anak mungkin tidak lahir dengan bakat luar biasa, nilainya biasa saja, bahkan kerap gagal di awal. Tetapi karena ia punya rasa ingin tahu yang besar, ia terus mencoba, belajar, dan berlatih. Hari demi hari, usaha kecilnya bertambah, menjadi pondasi kuat yang tak terlihat.
Di saat teman-temannya berhenti, ia masih berdiri, melangkah sedikit demi sedikit. Waktu pun membuktikan, bukan yang paling pintar atau paling berbakat yang mencapai garis akhir, melainkan yang paling gigih. Dari situ kita belajar bahwa kesuksesan bukan hanya tentang bakat, tetapi tentang keberanian untuk tetap menyalakan api semangat, menjaga tujuan jangka panjang, dan tidak menyerah ketika badai datang.
Grit mengajarkan kita bahwa kegigihan adalah kunci nyata menuju pencapaian besar.
https://youtu.be/H14bBuluwB8
https://medium.com/@readmaze/grit-the-power-of-passion-and-perseverance-by-angela-duckworth-summary-key-insights-2fa905d1ed9c
No comments:
Post a Comment