"As we come to rely on computers to mediate our understanding of the world, it is our own intelligence that flattens into artificial intelligence."
— Nicholas Carr, The Shallows (2010)
Ratusan generasi yang lalu, naiknya permukaan laut memisahkan Tasmania dari Australia. Sekelompok manusia terisolasi di sana — dan yang terjadi bukan kemajuan, melainkan kemunduran. Jarum tulang, kail pancing, bumerang: semua perlahan lenyap. Bukan karena mereka bodoh atau malas, tetapi karena populasinya terlalu kecil untuk menjaga memori kolektif. Saat satu-satunya ahli meninggal tanpa murid, pengetahuan itu ikut terkubur selamanya. Fenomena ini didokumentasikan oleh antropolog Joseph Henrich (2004) dalam kajiannya tentang cultural learning di Tasmania. [Henrich, 2004] https://lnkd.in/g7ETuJAX
Di sisi lain, sepanjang abad ke-20, psikolog James Flynn mencatat hal sebaliknya: skor IQ manusia naik rata-rata 3 poin per dekade berkat pendidikan, gizi, dan stimulasi kognitif yang membaik — fenomena yang kini dikenal sebagai Flynn Effect. https://lnkd.in/gikm4uaq
Namun tren itu mulai berbalik arah. Penelitian Bratsberg & Rogeberg yang dipublikasikan di jurnal PNAS (2018) menemukan bahwa skor IQ di negara-negara Nordik mulai menurun sejak pertengahan 1990-an — tepat saat internet dan teknologi digital menyusup ke rutinitas harian kita. [PMC – Bratsberg & Rogeberg, 2018] Inilah yang disebut Reverse Flynn Effect.
Diketahui bahwa Otak manusia dengan bobot 2% dari berat tubuh, namun mengonsumsi sekitar 20% energi — sehingga secara naluriah ia selalu mencari jalur termudah, efektif dan efisien. Ketika GPS menggantikan navigasi manual, mesin pencari menggantikan daya ingat, dan AI mengambil alih analisis, otak berhenti berlatih. Hippocampus — bagian yang mengelola memori dan navigasi spasial (HDD/SSD biologis)— terbukti dapat menyusut jika jarang distimulasi, persis seperti otot yang tidak pernah diangkat bebannya.
Kita mungkin tidak atau belum akan punah seperti orang Tasmania. Tapi kita sedang mendelegasikan terlalu banyak fungsi berpikir kepada mesin, tanpa menyadarinya.
Coba sesekali, ingat dulu sebelum searching. Analisis sendiri sebelum tanya AI. Atau saat #mudik #lebaran nanti / jalan ke suatu tempat tanpa GPS, dipakai saat jalannya memang sudah berubah.
Ketidaknyamanan kecil itu bukan gangguan. Itu yang menjaga otak kita tetap tajam.

Semua link: https://lnk.bio/wawanridwan
No comments:
Post a Comment