JS

Pages

Showing posts with label Jaringan Komputer. Show all posts
Showing posts with label Jaringan Komputer. Show all posts

Sunday, November 01, 2026

Routing dan Switching: Bagaimana Paket Data Menemukan Jalannya

Ketika sebuah paket data dikirim, siapa yang memutuskan ia harus lewat mana? Jawabannya ada pada dua proses yang bekerja di tingkat berbeda: switching dan routing. Artikel ini membahas keduanya, termasuk dua konsep lanjutannya: VLAN serta routing statis dan dinamis.

Ilustrasi artikel

Switching: pengantar paket di dalam satu LAN

Switching terjadi di dalam satu jaringan lokal. Ketika sebuah frame data tiba, switch membaca alamat MAC tujuannya dan meneruskannya hanya ke port tempat perangkat tujuan berada. Switch belajar alamat-alamat itu secara otomatis dari lalu lintas yang lewat, sehingga tidak perlu diatur satu per satu. Karena bekerja dengan alamat fisik, switching disebut bekerja di lapisan Data Link pada model OSI.

VLAN: satu switch, banyak jaringan logis

Ambil contoh satu gedung dengan satu set switch, tetapi tiga divisi yang lalu lintas datanya perlu dipisahkan: keuangan, personalia, dan tamu. Solusinya adalah VLAN (Virtual LAN) - membagi satu jaringan fisik menjadi beberapa jaringan logis. Perangkat di VLAN berbeda tidak bisa saling berbicara secara langsung meski tersambung ke switch yang sama; mereka harus melewati router atau fitur routing antar-VLAN. Standar yang dipakai untuk menandai frame milik tiap VLAN adalah IEEE 802.1Q. VLAN dipakai luas untuk keamanan dan kerapian jaringan tanpa harus membeli perangkat baru.

Routing: pengantar paket antar jaringan

Routing bekerja satu tingkat lebih tinggi: menghubungkan jaringan yang berbeda. Router membaca alamat IP tujuan setiap paket, membandingkannya dengan tabel routing - daftar "untuk tujuan X, lewat jalur Y" - lalu meneruskan paket ke langkah berikutnya. Proses ini berulang dari router ke router sampai paket tiba di jaringan tujuannya. Persyaratan sebuah router IPv4 antara lain dirinci dalam RFC 1812.

Routing statis dan dinamis

  • Routing statis. Administrator mengetik sendiri setiap entri di tabel routing. Sederhana dan terkendali, cocok untuk jaringan kecil atau jalur yang memang tidak pernah berubah. Kekurangannya: setiap perubahan jaringan harus diperbarui manual, dan router tidak bisa mencari jalan memutar sendiri bila sebuah jalur putus.
  • Routing dinamis. Router saling bertukar informasi lewat protokol routing - antara lain RIP dan OSPF - untuk membangun dan memperbarui tabelnya sendiri. Saat ada jalur yang putus, protokol menghitung ulang jalur alternatif secara otomatis. Cocok untuk jaringan yang besar atau sering berubah, dengan imbalan konfigurasi dan pemahaman yang lebih dalam.

Di praktiknya keduanya sering dipakai bersama: jalur utama diatur dinamis, sementara jalur khusus atau jalur keluar terakhir (default route) ditetapkan secara statis.

Penutup

Switching mengantar paket di dalam satu jaringan lokal berdasarkan alamat MAC; VLAN membuat satu jaringan fisik bisa dibagi menjadi banyak jaringan logis; routing mengantar paket antar jaringan berdasarkan alamat IP, baik dengan tabel yang ditulis manual maupun yang dibangun otomatis oleh protokol. Ketiganya adalah keterampilan inti yang dipraktikkan langsung di laboratorium jaringan. Artikel ini disarikan dari materi kuliah Fundamental Jaringan.

Referensi

Semua kanal Wawan Ridwan: https://lnk.bio/wawanridwan

IP Address dan Subnetting: Dasar Pengalamatan Jaringan untuk Pemula

Setiap perangkat yang terhubung ke jaringan membutuhkan alamat, sama seperti setiap rumah membutuhkan alamat agar paket kiriman sampai ke tujuan yang benar. Di dunia jaringan komputer, alamat itu bernama IP address. Dan ketika satu jaringan besar perlu dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih rapi dan aman, teknik yang dipakai bernama subnetting. Artikel ini merangkum materi perkuliahan Fundamental Jaringan tentang dasar pengalamatan IP untuk pemula.

Ilustrasi artikel

Apa itu IP address?

IP address (Internet Protocol address) adalah identitas numerik sebuah interface jaringan - titik sambungan sebuah perangkat ke jaringan. Satu perangkat bisa punya lebih dari satu interface (misalnya Wi-Fi dan kabel ethernet), dan tiap interface memegang alamatnya sendiri. Versi yang paling umum, IPv4, ditulis sebagai empat angka yang dipisahkan titik, misalnya 192.168.1.10. Setiap angka disebut oktet karena nilainya berasal dari 8 bit, sehingga rentangnya 0 sampai 255. Totalnya, satu alamat IPv4 terdiri dari 32 bit.

Sebuah alamat IP sebenarnya membawa dua informasi sekaligus: bagian network (alamat jaringannya) dan bagian host (alamat interface-nya di jaringan itu). Garis pemisah antara keduanya ditentukan oleh subnet mask.

Subnet mask dan notasi CIDR

Subnet mask menunjukkan berapa bit pertama yang menjadi bagian network. Mask 255.255.255.0 berarti 24 bit pertama adalah network, sehingga ditulis ringkas sebagai /24 - notasi ini dibakukan sebagai CIDR dalam RFC 4632. Pada jaringan 192.168.1.0/24, alamat yang bisa dipakai perangkat berkisar dari 192.168.1.1 sampai 192.168.1.254 - sebanyak 254 host, karena alamat pertama dipakai sebagai alamat network dan alamat terakhir sebagai broadcast.

IP private dan IP public

Tidak semua alamat IP dipakai di internet. RFC 1918 menyediakan tiga blok khusus untuk jaringan internal, disebut IP private: 10.0.0.0-10.255.255.255, 172.16.0.0-172.31.255.255, dan 192.168.0.0-192.168.255.255. Inilah alasan banyak rumah dan kantor sama-sama memakai 192.168.1.x tanpa saling bertabrakan - router menerjemahkannya ke alamat yang bisa dipakai di internet lewat mekanisme NAT.

Namun alamat di luar blok RFC 1918 tidak otomatis berarti IP public. Ada blok khusus lain dengan fungsinya masing-masing (dirangkum dalam RFC 6890): loopback 127.0.0.0/8 untuk perangkat berbicara dengan dirinya sendiri, link-local 169.254.0.0/16 untuk alamat otomatis tanpa DHCP, ruang bersama operator 100.64.0.0/10 (CGNAT), multicast 224.0.0.0/4, dan beberapa blok cadangan. Alamat IP public global adalah bagian yang tersisa di luar semua blok khusus itu.

Subnetting: membagi jaringan dengan rapi

Subnetting adalah teknik memecah satu jaringan besar menjadi beberapa sub-jaringan yang lebih kecil. Manfaatnya nyata: lalu lintas broadcast lebih terkendali, keamanan lebih mudah dijaga, dan pengelolaan lebih rapi.

Contoh sederhana: sebuah kantor memiliki jaringan 192.168.1.0/24 (254 host) dan ingin membaginya untuk empat divisi. Dengan mengubah mask menjadi /26, jaringan itu terbagi menjadi empat subnet, masing-masing menampung 62 host:

  • Divisi A: 192.168.1.0/26 (host .1 - .62)
  • Divisi B: 192.168.1.64/26 (host .65 - .126)
  • Divisi C: 192.168.1.128/26 (host .129 - .190)
  • Divisi D: 192.168.1.192/26 (host .193 - .254)

Setiap divisi kini punya ruang alamatnya sendiri, dan router menjadi penghubung antar subnet.

Tips belajar subnetting

Kunci subnetting adalah menghafal pola kecil: setiap bit tambahan pada mask melipatgandakan jumlah subnet sekaligus membelah dua jumlah alamat di tiap subnet. Jumlah host yang benar-benar bisa dipakai turun sedikit lebih jauh - dari 254 menjadi 126, lalu 62 - karena setiap subnet tetap menyisihkan alamat network dan broadcast. Dari /24 ke /25 menjadi 2 subnet, ke /26 menjadi 4, ke /27 menjadi 8. Dengan pola itu, perhitungan yang tadinya menakutkan berubah menjadi latihan berulang yang bisa dikuasai siapa saja.

Penutup

IP address memberi setiap interface jaringan sebuah alamat, dan subnetting membuat alamat-alamat itu tertata. Dua konsep ini adalah fondasi pengalamatan jaringan modern, dan bekal yang sama dipakai setiap hari oleh para engineer jaringan di seluruh dunia. Artikel ini disarikan dari materi kuliah Fundamental Jaringan.

Referensi

Semua kanal Wawan Ridwan: https://lnk.bio/wawanridwan

Media Transmisi dan Topologi Jaringan: Kabel, Nirkabel, dan Cara Menghubungkannya

Data bisa berpindah lewat kabel tembaga, cahaya di dalam serat optik, atau gelombang radio di udara. Perangkat-perangkatnya pun bisa dihubungkan dengan pola yang berbeda-beda. Artikel ini membahas dua hal yang saling berkaitan: media transmisi (jalur yang dilewati data) dan topologi (pola perangkat-perangkat itu dihubungkan).

Ilustrasi artikel

Media berkabel (guided)

  • Twisted pair (UTP). Kabel tembaga berpilin yang paling umum dipakai di jaringan lokal. Murah, mudah dipasang, dan cukup cepat untuk kebutuhan kantor dan rumah - tetapi jaraknya terbatas (urusan gedung, bukan antar kota) dan relatif mudah terpengaruh interferensi listrik.
  • Kabel koaksial. Kabel dengan pelindung logam yang lebih tahan interferensi. Dulu tulang punggung jaringan komputer, kini lebih sering ditemui pada jaringan TV kabel yang sekaligus dipakai untuk internet.
  • Serat optik. Mengirim data sebagai pulsa cahaya di dalam serat kaca. Jauh lebih cepat dan bisa menjangkau jarak yang jauh lebih panjang tanpa penguatan - itulah sebabnya serat optik menjadi pilihan utama untuk tulang punggung internet dan koneksi antar gedung. Kekurangannya: lebih mahal dan pemasangannya butuh keahlian khusus.

Media nirkabel (unguided)

  • Radio (Wi-Fi). Pilihan utama untuk perangkat bergerak di dalam ruangan. Nyaman dan praktis, tetapi sinyalnya bisa terganggu tembok, perangkat lain, dan kepadatan pengguna.
  • Microwave. Gelombang radio berfrekuensi tinggi untuk koneksi titik-ke-titik jarak jauh, misalnya antar menara, selama kedua titik saling "terlihat" tanpa penghalang.
  • Satelit. Menjangkau daerah yang sulit dijangkau kabel maupun menara. Jangkauannya luas, tetapi jarak tempuh sinyal yang sangat jauh membuat jeda (latensi) lebih terasa dibanding kabel.

Tidak ada satu media yang selalu terbaik: pemilihannya selalu pertukaran antara biaya, kecepatan, jarak, dan lingkungan tempat jaringan dipasang.

Topologi: pola menghubungkan perangkat

  • Star (bintang). Semua perangkat terhubung ke satu perangkat pusat, biasanya switch. Inilah topologi yang paling umum dipakai di LAN modern: mudah dikelola, dan satu kabel putus hanya memutus satu perangkat.
  • Bus. Semua perangkat berbagi satu kabel utama. Topologi klasik era awal jaringan; kini praktis sudah tidak dipakai untuk instalasi baru.
  • Ring. Perangkat terhubung melingkar dan data berjalan mengitari cincin. Pernah dipakai pada beberapa teknologi LAN lama dan masih muncul pada jaringan backbone tertentu dengan dua cincin untuk redundansi.
  • Mesh. Perangkat punya banyak jalur ke perangkat lain. Mahal bila diterapkan penuh, tetapi memberi ketahanan tinggi - inilah pola yang dipakai pada jaringan tulang punggung dan internet besar, di mana kehilangan satu jalur tidak memutus koneksi.

Penutup

Media transmisi menentukan seberapa cepat dan seberapa jauh data bisa berjalan; topologi menentukan seberapa rapi dan seberapa tahan jaringan itu terhadap gangguan. Keduanya adalah keputusan rancangan pertama sebelum sebuah jaringan dibangun. Artikel ini disarikan dari materi kuliah Fundamental Jaringan.

Referensi

Semua kanal Wawan Ridwan: https://lnk.bio/wawanridwan

Mengenal Perangkat Keras Jaringan: Router, Switch, Access Point, dan Kawan-kawannya

Di balik setiap koneksi internet ada perangkat keras yang bekerja tanpa henti. Artikel ini memperkenalkan perangkat-perangkat utama yang membentuk sebuah jaringan: apa namanya, apa tugasnya, dan di mana biasanya ia ditempatkan.

Ilustrasi artikel

NIC: pintu masuk setiap perangkat

Network Interface Card (NIC) adalah antarmuka yang menghubungkan sebuah perangkat ke jaringan. Setiap komputer, laptop, dan server punya satu atau lebih NIC, baik untuk kabel maupun nirkabel. Setiap NIC memiliki alamat fisik yang disebut MAC address, yang dipakai untuk pengenalan perangkat di dalam jaringan lokal.

Switch: penghubung di dalam jaringan lokal

Switch menghubungkan banyak perangkat dalam satu jaringan lokal (LAN). Ia meneruskan data hanya ke perangkat tujuan berdasarkan MAC address, sehingga lebih efisien dibanding pendahulunya yang disebut hub - perangkat lama yang membanjiri semua port dengan data yang sama. Hub kini praktis sudah tidak dipakai lagi.

Router: penunjuk jalan antar jaringan

Router menghubungkan jaringan yang berbeda - misalnya LAN rumah dengan internet. Ia membaca alamat IP tujuan pada setiap paket, lalu memutuskan jalur terbaik untuk meneruskannya. Standar lama RFC 1812 merinci persyaratan sebuah router IPv4. Router juga sering merangkap tugas lain di jaringan kecil: membagi koneksi internet, memberi alamat IP lokal, dan menjadi gerbang pertama ke dunia luar.

Access point: jembatan ke dunia nirkabel

Access point (AP) menghubungkan perangkat nirkabel - ponsel, laptop - ke jaringan kabel. Di rumah, fungsi AP biasanya menyatu dengan router dalam satu kotak yang sering disebut "router Wi-Fi". Di kantor atau kampus, AP dipasang terpisah di banyak titik agar sinyal merata.

Modem: penerjemah ke jalur penyedia

Modem menerjemahkan sinyal antara jaringan lokal dan jalur milik penyedia layanan internet - misalnya serat optik atau kabel TV. Tanpa modem (atau perangkat setara dari penyedia), router rumah tidak punya jalan keluar menuju internet.

Firewall: penjaga gerbang

Firewall menyaring lalu lintas yang masuk dan keluar jaringan berdasarkan aturan keamanan. Ia bisa berupa perangkat khusus, fitur di dalam router, atau perangkat lunak di komputer. Fungsinya sederhana tapi penting: meneruskan yang boleh, menahan yang mencurigakan.

Penutup

NIC, switch, router, access point, modem, dan firewall adalah tokoh-tokoh utama di balik sebuah jaringan. Memahami tugas masing-masing membuat diagram jaringan yang rumit jadi mudah dibaca. Artikel ini disarikan dari materi kuliah Fundamental Jaringan.

Referensi

Semua kanal Wawan Ridwan: https://lnk.bio/wawanridwan

Mengenal OSI Layer dan TCP/IP: Kerangka di Balik Komunikasi Jaringan

Setiap kali membuka situs web, mengirim pesan chat, atau menonton video daring, data berpindah melintasi banyak perangkat dalam hitungan detik. Agar proses serumit itu bisa berjalan tertib, dunia jaringan komputer punya dua kerangka acuan yang paling terkenal: model OSI dan model TCP/IP. Keduanya adalah "peta" yang menjelaskan apa yang terjadi pada data dari aplikasi di layar sampai sinyal di kabel atau udara. Artikel ini merangkum materi perkuliahan Fundamental Jaringan tentang kedua model tersebut.

Ilustrasi artikel

Model OSI: tujuh lapisan

Model OSI (Open Systems Interconnection), dibakukan sebagai ISO/IEC 7498-1, membagi proses komunikasi jaringan menjadi tujuh lapisan. Masing-masing punya tugas sendiri dan hanya "berbicara" dengan lapisan di atas dan di bawahnya:

  1. Physical. Mengurus sinyal fisik: kabel, konektor, gelombang radio, dan bit mentah yang dikirim.
  2. Data Link. Mengatur pengiriman data antar perangkat dalam satu jaringan lokal, termasuk pengalamatan MAC dan deteksi kesalahan.
  3. Network. Menentukan jalur terbaik antar jaringan; di sinilah alamat IP dan router bekerja.
  4. Transport. Menjamin data sampai utuh dan berurutan (TCP), atau mengirim datagram tanpa jaminan bawaan soal penerimaan maupun urutan (UDP). UDP sendiri tidak menjamin kecepatan; ia hanya tidak membawa mekanisme jaminan tersebut.
  5. Session. Membuka, menjaga, dan menutup sesi percakapan antar aplikasi.
  6. Presentation. Menerjemahkan format data: encoding, kompresi, dan enkripsi.
  7. Application. Antarmuka terdekat dengan pengguna: HTTP untuk web, SMTP untuk email, dan lainnya.

Model TCP/IP: empat lapisan

Model TCP/IP, yang dijelaskan antara lain dalam RFC 1122, adalah kerangka yang benar-benar dipakai internet saat ini. Ia lebih ringkas, hanya empat lapisan:

  1. Network Access (Link). Setara gabungan Physical dan Data Link pada OSI.
  2. Internet. Setara lapisan Network; alamat IP dan routing terjadi di sini.
  3. Transport. Sama seperti OSI: TCP dan UDP.
  4. Application. Menggabungkan Session, Presentation, dan Application pada OSI.

Contoh perjalanan sebuah pesan

Sebagai ilustrasi klasik: saat membuka halaman web lewat HTTPS yang berjalan di atas TCP, browser (lapisan Application) mengirim permintaan, data dibagi menjadi segmen bernomor urut (Transport), diberi alamat IP tujuan dan diarahkan melewati router (Internet/Network), dibingkai agar bisa dikirim ke perangkat tetangga (Data Link), lalu diubah menjadi sinyal listrik atau gelombang Wi-Fi (Physical). Di sisi penerima, prosesnya berjalan terbalik sampai halaman tampil di layar. Perlu dicatat, ilustrasi ini memakai HTTPS di atas TCP; HTTP/3 yang lebih baru berjalan di atas QUIC yang memakai UDP, sehingga urusan keandalan pengiriman ditangani dengan cara yang berbeda.

Kenapa perlu dua model?

Model OSI lebih rinci dan sangat berguna untuk belajar serta mendiagnosis masalah - misalnya membedakan gangguan kabel (lapisan 1) dari kesalahan konfigurasi IP (lapisan 3). Model TCP/IP lebih sederhana dan mencerminkan implementasi nyata di internet. Keduanya bukan saingan, melainkan dua cara memandang proses yang sama.

Penutup

Memahami OSI dan TCP/IP seperti memiliki peta sebelum menjelajah: masalah jaringan yang tadinya tampak rumit bisa dilacak lapisan demi lapisan dengan tenang. Kerangka ini menjadi fondasi untuk memahami topik jaringan lainnya, dari perangkat keras sampai routing. Artikel ini disarikan dari materi kuliah Fundamental Jaringan.

Referensi

Semua kanal Wawan Ridwan: https://lnk.bio/wawanridwan

Konsep Dasar Jaringan Komputer: Bagaimana Data Berpindah

Bagaimana sebenarnya sebuah pesan bisa berpindah dari ponsel pengirim ke laptop penerima dalam hitungan detik? Pertanyaan itu dijawab oleh konsep dasar komunikasi data. Artikel ini merangkumnya: model komunikasi data, peran protokol, dan sekilas perangkat dasar yang terlibat.

Ilustrasi artikel

Model komunikasi data

Setiap komunikasi data, sesederhana apa pun kelihatannya, selalu melibatkan unsur yang sama:

  • Pengirim - perangkat yang membuat dan mengirim pesan, misalnya ponsel atau komputer.
  • Pesan - informasi yang dikirim: teks, foto, berkas, atau video.
  • Media transmisi - jalur yang dilewati pesan: kabel tembaga, serat optik, atau gelombang radio.
  • Penerima - perangkat tujuan yang menangkap dan menampilkan pesan.
  • Protokol - aturan bersama yang disepakati kedua pihak agar pesan bisa dipahami dengan benar.

Dalam praktiknya, sebuah pesan besar tidak dikirim utuh. Ia dipecah menjadi potongan-potongan kecil yang disebut paket, masing-masing diberi alamat tujuan, lalu dikirim dan mungkin menempuh jalur yang berbeda-beda sebelum disusun ulang di sisi penerima.

Protokol: bahasa yang disepakati bersama

Dua perangkat hanya bisa berkomunikasi jika keduanya memakai aturan yang sama. Aturan itulah yang disebut protokol: ia mengatur format pesan, urutan pengiriman, dan apa yang harus dilakukan bila terjadi kesalahan. Karena protokol dibakukan secara terbuka, perangkat dari pabrikan berbeda tetap bisa saling berbicara - ponsel satu merek bisa mengirim pesan ke laptop merek lain tanpa masalah.

Protokol bekerja berlapis: ada yang mengurus sinyal fisik, ada yang mengurus pengalamatan, ada yang mengurus keandalan pengiriman. Pembagian berlapis inilah yang kemudian diformalkan dalam model-model seperti OSI dan TCP/IP.

Perangkat dasar yang terlibat

Di sepanjang jalan antara pengirim dan penerima, pesan melewati sejumlah perangkat: switch yang meneruskannya di dalam jaringan lokal, router yang mengarahkannya antar jaringan, dan access point yang menjembatani perangkat nirkabel. Masing-masing punya peran berbeda yang menarik untuk dikenali satu per satu.

Penutup

Komunikasi data bisa dipahami lewat lima unsur sederhana: pengirim, pesan, media, penerima, dan protokol. Dari sana, konsep paket dan aturan berlapis membuka jalan untuk memahami model-model jaringan yang lebih formal. Artikel ini disarikan dari materi kuliah Fundamental Jaringan.

Referensi

Semua kanal Wawan Ridwan: https://lnk.bio/wawanridwan

Mengapa Jaringan Komputer Penting? Peran dan Etika Profesionalnya

Hampir semua aktivitas digital hari ini - mengirim pesan, membayar belanjaan, mengakses rekam medis, mengikuti kuliah daring - bergantung pada satu fondasi yang sama: jaringan komputer. Artikel ini membahas dua hal mendasar tentang jaringan komputer: apa peran jaringan komputer dalam kehidupan sehari-hari, dan mengapa orang yang bekerja di bidang ini perlu memegang etika profesi.

Ilustrasi artikel

Peran jaringan komputer

Pada intinya, jaringan komputer menghubungkan perangkat-perangkat agar bisa saling bertukar data. Dari kemampuan sederhana itu lahir banyak peran penting:

  • Berbagi sumber daya. Satu printer, satu koneksi internet, atau satu server berkas bisa dipakai banyak orang tanpa harus digandakan untuk tiap pengguna.
  • Komunikasi. Email, pesan instan, dan panggilan video semuanya adalah layanan yang berjalan di atas jaringan.
  • Layanan publik. Perbankan daring, pendidikan jarak jauh, dan layanan kesehatan digital semuanya baru mungkin karena jaringan menghubungkan pengguna dengan penyedia layanan.
  • Pusat data dan cloud. Layanan cloud tidak akan berjalan tanpa jaringan yang menghubungkan pengguna ke data center.

Karena perannya sedasar itu, gangguan kecil pada jaringan bisa terasa besar: toko tidak bisa memproses pembayaran, kantor tidak bisa mengakses dokumen, kelas daring terputus. Di sinilah profesi di bidang jaringan menjadi penting.

Etika profesi di bidang jaringan

Orang yang bekerja dengan jaringan sering memiliki akses yang tidak dimiliki orang lain: lalu lintas data, perangkat inti, kadang dokumen internal organisasi. Karena itu materi pengantar mata kuliah ini menempatkan etika sejajar dengan keterampilan teknis. Beberapa prinsipnya:

  1. Hanya mengakses yang diizinkan. Wewenang teknis bukan izin untuk membaca data orang. Akses dipakai sesuai tugas, tidak lebih.
  2. Menjaga privasi pengguna. Data yang lewat di jaringan adalah milik penggunanya. Menyebarkan atau memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi adalah pelanggaran serius.
  3. Kejujuran akademik dan profesional. Mengerjakan tugas dan laporan apa adanya, mengakui sumber, dan tidak mengklaim pekerjaan orang lain - berlaku sejak di bangku kuliah sampai di dunia kerja.
  4. Tanggung jawab keamanan. Menemukan celah keamanan berarti kewajiban melaporkannya lewat jalur yang benar, bukan memamerkan atau menyalahgunakannya.

Penutup

Jaringan komputer adalah fondasi yang menopang hampir semua layanan digital, dan karena itu orang yang membangun serta merawatnya memegang kepercayaan besar. Memahami peran sekaligus etikanya adalah bekal penting bagi siapa pun yang bekerja dengan jaringan. Artikel ini disarikan dari materi kuliah Fundamental Jaringan.

Referensi

Semua kanal Wawan Ridwan: https://lnk.bio/wawanridwan

Thursday, July 08, 2021

Optimizing cross road Network using Virtual-LAN, VLAN Trunking & Dynamic Trunking Protocol (Tech Session 3c3)

 Repost from source

There are no traffic jams when you go the extra mile. #Zig Ziglar

Setelah sebelumnya pembahasan mengenai Point to Point Protocol(PPP), kali ini kita akan membahas mengenai optimalisasi network dengan memanfaatan feature perangkat network device lainnya yaitu switching diantaranya Vlan, baik itu Vlan Trunking(VTP), maupun Dynamic Trunking (DTP).

Percaya tidak percaya, administrasi switching ini kadang bahkan sampai sekarang masih dilihat sebelah mata oleh seorang engineer, dikarenakan mereka lebih terfocus kepada skill dalam pengaplikasian untuk routing /router baik itu static maupun dynamic routing seperti RIP, Is-Is, EIGRP, OSPF, IGP, hingga BGP. Perlu diketahui bahwa, switching device saat ini tidak hanya sebagai forwarder network saja, tapi juga bisa berperan lebih sebagai catalyst switch routing dengan interVlan routing nya pada layer 3 switches. Mari kita bahas perihal mekanismenya untuk optimalisasi didalam sebuah jaringan /network nya, sebagai berikut:

VLAN

Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai access port.

Point to Point Protocol Authentication Mechanism using PAP CHAP (Tech Session 3c4)

 repost from source

The key to social engineering is influencing a person to do something that allows the hacker to gain access to information or your network. #Kevin Mitnick

Pemaparan dalam tulisan dibawah ini, telah di simulasikan, didemonstrasikan dan troubleshooting(TSHOOT) kepada Team kami sekitar 40-an network engineer muda yang memiliki passion dan capability dalam problem solving dan skilled technical solution dari kompleksitas network architecture dan complex topology yang ada di berbagai industry saat ini.

Kemampuan problem solving akan solution yang out of the box, tidak hanya digunakan oleh rekan-rekan entrepreneur startup sebagai pelaku disruption yang trend saat ini, para Eksekutif C-Level juga bagi para engineer dan masyarakat banyak yang ingin mempelajari dari setiap mekanisme sistem computation sebagai sebuah Operation System Procedure(SOP), Method Mechanism dan bagaimana kita menghandle suatu hal untuk kemudian menjadi pembelajaran dan solusi setiap permasalahan yang muncul, agar goal tujuan kita dapat tercapai working as design, tanpa mengurangi dan meninggalkan norma-norma yang ada.

Friday, March 26, 2021

Pembahasan Transmission Impairment, Data Rate Limits dan Performance

 

Bandwith


Apa Itu Bandwidth Internet?

Bandwidth adalah kapasitas yang dapat digunakan pada kabel ethernet agar dapat dilewati trafik paket data dengan maksimal tertentu. Pengertian lain dari bandwidth internet adalah jumlah konsumsi transfer data yang dihitung dalam satuan waktu bit per second (bps).

Jadi bandwidth internet merupakan kapasitas maksimal jalur komunikasi untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan data dalam hitungan detik.

Terdapat juga istilah Bandwith Analog. Bandwidth Analog adalah perbedaan antara frekuensi paling rendah dan frekuensi paling tinggi pada suatu rentang frekuensi yang dapat diukur dengan satuan Hertz (Hz) untuk mengetahui data atau informasi yang dapat ditransmisikan pada suatu waktu.

Bandwidth sering dianalogikan dengan lebar jalan raya. Sedangkan data yang masuk melewati bandwidth diibaratkan kendaraan yang melintasi jalan tersebut. Semakin sedikit kendaraan yang lewat maka lalu lintas akan semakin lancar. Kebalikannya, jika kendaraan yang lewat banyak maka lalu lintas di jalan tersebut akan tersendat sehingga akan mempengaruhi aktivitas kendaraan lain.

Semakin besar jalan (bandwidth) maka akan semakin banyak pula kendaraan yang dapat melaluinya. Maka tidak salah jika bandwidth menjadi pertimbangan pengguna jaringan internet. Dikarenakan semakin besar bandwidth maka semakin cepat pertukaran data yang terjadi dan semakin banyak data yang dapat melaluinya dalam satu waktu.

Data Rate

 

Data rate adalah Ukuran kecepatan bit data dalam proses transmisi, dihitung dalam bit per detik.
Contoh:

Perhitungan Besaran Data / Datarate

Perhitungan Besaran Data / Datarate (MB, KB, Kb)

Pernahkah anda menemui besaran seperti KB dan kbps pada saat anda melakukan download ?, apakah dua besaran tersebut saling berhubungan dan kemudian apa arti dan fungsi dari besaran tersebut bagi anda sebagai konsumen ?


besaran / satuan yang dijelaskan diatas erat kaitannya pada saat kita melakukan kegiatan transfer data pada komputer, dari dua besaran tersebut memiliki definisi yang berbeda adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :

Data Rate Limits

A very important consideration in data communications is how fast we can send data, in bits per second, over a channel. Data rate depends on three factors:
  •     The bandwidth available
  •     The level of the signals we use
  •     The quality of the channel (the level of noise)
Topics discussed in this section:
  •     Noiseless Channel: Nyquist Bit Rate
  •     Noisy Channel: Shannon Capacity
  •     Using Both Limits
Noiseless Channel
For a noiseless channel, the Nyquist bit rate formula defines the theoretical maximum bit rate:
BitRate=2×Bandwidth×log2L
Where, bandwidth is the bandwidth of the channel, L is the number of signal levels used to represent data, and BitRate is the bit rate in bits per second.

Note:
Increasing the levels of a signal may reduce the reliability of the system.

Transmission Impairment

Pengertian Transmission Impairment adalah Perjalanan sinyal melalui transmissi tidak sempurna, mengakibatkan pelemahan (impairment), artinya sinyal diawal dan sinyal akhir berbeda. Ada 3 jenis impairment :

  • Attenuation
  • Distorsi
  • Noise
 Pengertian Tranmission Impairment

Attenuation

Attenuation adalah peristiwa kehilangan energi pada sinyal berupa pengurangan amplitudo. Attenuation merupakan sebab mengapa kabel menjadi panas saat sedang digunakan, hal ini dikarenakan sebagian energi listrik dikonversi menjadi panas. Untuk mengatasi attenuation adalah dengan menggunakan amplifier
Attenuation
Untuk menyatakan bahwa suatu sinyal mengalami penguatan (gain) atau pengurangan (lost) maka digunakan konsep desibel (dB). Desibel dapat digunakan untuk mengukur kekuatan relatif 2 sinyal dan kekuatan relatif 1 sinyal pada 2 titik. Desibel (dB) bernilai negatif (-) jika terjadi attenuation, dan Desibel (dB) akan bernilai positif (+) jika terjadi penguatan. Rumus untuk menghitung desibel (db) :
dB = 10 log 10 (P2/P1)
keterangan : P2 adalah output, P1 adalah input