Autopilot Boleh Canggih, Kokpit Tetap Berawak
"Trust, but verify." - Ronald Reagan, penandatanganan INF Treaty, 1987.
Autopilot membantu penerbangan, tetapi tidak mengambil alih tanggung jawab pilot. Arah, pengawasan, dan keputusan tetap memerlukan manusia.
Begitu pula dengan teknologi perusahaan. AI dan machine learning hanyalah salah satu contoh. Cloud, IoT, dan blockchain juga dapat mengubah cara bisnis bekerja. Teknologinya berbeda, tetapi kebutuhan akan tata kelola tetap sama.
Di sinilah COBIT dari ISACA berperan. Kerangka ini mengatur tata kelola dan manajemen informasi serta teknologi di seluruh perusahaan, bukan hanya departemen IT atau sistem AI.
COBIT 2019 memiliki 40 tujuan dalam 5 domain. EDM menetapkan arah dan memantau hasil, sedangkan APO, BAI, DSS, dan MEA menjalankannya lewat perencanaan, pembangunan solusi, layanan, serta penilaian kinerja dan kepatuhan.
Lalu, dari mana prioritasnya ditentukan? Dari goals cascade, yang menghubungkan kebutuhan pemangku kepentingan dengan tujuan perusahaan, alignment goals, hingga tujuan tata kelola dan manajemen. Titik awalnya kebutuhan bisnis, bukan teknologinya.
Setelah arah dan prioritas jelas, ada hal yang perlu disiapkan agar tata kelola berjalan. COBIT menyebut tujuh komponen yang saling terhubung: proses; struktur organisasi; prinsip, kebijakan, dan prosedur; informasi; budaya, etika, dan perilaku; orang dan kompetensi; serta layanan, infrastruktur, dan aplikasi.
Namun, kebutuhan tiap organisasi tidak sama. Karena itu desainnya perlu disesuaikan: pahami konteks dan strategi, tentukan ruang lingkup awal, perinci ruang lingkup, lalu finalisasi desain. Dan karena disrupsi terus bergerak, perubahan risiko, regulasi, atau adopsi teknologi perlu ditinjau kembali.
Selain COBIT, ada pula standar internasional sebagai pelengkap. ISO/IEC 38500:2024 memberi prinsip tata kelola TI bagi dewan pengarah organisasi, sedangkan ISO/IEC 42001:2023 menetapkan persyaratan sistem manajemen AI.
Lalu, bagaimana dengan AI? AI/ML adalah salah satu penerapannya. White paper ISACA Januari 2025 membahas penggunaan COBIT untuk tata kelola AI. Contoh praktisnya: Maker > Checker > Reviewer > Final document > Record. AI membuat draf, manusia memeriksa, menilai, dan menyimpan jejak revisi. Ini contoh alur kerja, bukan proses baku COBIT.
Pada akhirnya, COBIT memberi struktur, sementara keahlian dan pedoman khusus tetap diperlukan untuk risiko tiap teknologi. Disrupsi mengubah alatnya. Tata kelola menjaga arah dan tanggung jawabnya.
Source:
COBIT: https://lnkd.in/gPVz4R9a
ISO/IEC 38500:2024: https://lnkd.in/g9Y3-GsV
ISO/IEC 42001:2023: https://lnkd.in/g7DUvSdx
OneEdu





Semua link: https://lnk.bio/wawanridwan
Enjoying WRNOTE? You can support the channel here:
Saweria: https://saweria.co/wrnote
Trakteer: https://trakteer.id/wrnote
Ko-fi: https://ko-fi.com/wrnote
Your support keeps this channel going - thank you for being part of the journey!
No comments:
Post a Comment