JS

Pages

Thursday, September 24, 2026

The Thinking You Carry Everywhere

Ada sebuah penelitian oleh Gary, Wood, dan Pillinger yang diterbitkan dalam Strategic Management Journal yang membahas bagaimana pengalaman sebelumnya membentuk mental models dan dapat ditransfer ketika menghadapi situasi baru. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengalaman dari satu konteks dapat membantu seseorang mengenali pola dan menggunakannya ketika menghadapi konteks yang berbeda. Enhancing mental models, analogical transfer, and performance in strategic decision making DOI: 10.1002/smj.1979.

Menariknya, konsep ini sebenarnya sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Seorang tukang bangunan, misalnya, tidak hanya membawa pengalaman memasang batu bata. Ketika diminta memperbaiki pintu rumah, cara berpikirnya tetap terbawa: melihat posisi, mengukur, mencari sumber masalah, lalu memperbaikinya. Seorang mekanik yang sehari-hari memperbaiki motor mungkin melakukan hal serupa ketika membantu memperbaiki pompa air. Objeknya berbeda, tetapi naluri untuk mengamati gejala, mencari penyebab, melakukan pengecekan, lalu memperbaiki tetap muncul.

Seorang pedagang pasar yang kemudian mulai berjualan secara online juga membawa pola yang sama. Medianya berubah, tetapi ia tetap memperhatikan kebutuhan pelanggan, harga, persediaan, kecepatan pelayanan, dan barang yang paling cepat bergerak. Pengalamannya menciptakan sebuah pola berpikir yang ikut berpindah ketika lingkungannya berubah.

Hal yang sama dapat terjadi dalam dunia profesional. Seseorang dengan background IT yang kemudian berpindah ke supply chain, HR, finance, atau operations mungkin tidak lagi bekerja sebagai orang IT technical. Namun ketika menemukan proses yang rumit, kecenderungan untuk mencari data, automation, integration, simplification, dan improvement tetap dapat muncul secara alami.

Yang berpindah bukan sekadar pekerjaan, tetapi cara melihat masalah dan menemukan solusi, improvement dan inovasi, sehingga sustain terus menerus.

Inilah yang menarik dari konsep Professional DNA. Seperti mekanik yang tetap mencari root cause meskipun objek yang diperbaiki berbeda, seseorang dapat membawa pola berpikir dari profesi asalnya ke lingkungan yang baru.

Dalam perjalanannya change dan dinamika itu pasti ada. Fungsi bisa berubah. Industri bisa berubah. Role bisa berganti. Tetapi mental model yang terbentuk dari pengalaman bertahun-tahun sering tetap menjadi lensa dalam melihat dunia, bahkan lebih bervariatif.

Mungkin karena itu, pengalaman lintas fungsi bukan berarti kehilangan identitas profesional. Justru ketika perspektif lama bertemu dengan konteks baru, muncul kemungkinan untuk melihat masalah dengan cara yang berbeda dan unik.

“We are what we repeatedly do.” — Aristotle

Semua link: https://lnk.bio/wawanridwan

Enjoying WRNOTE? You can support the channel here:
Saweria: https://saweria.co/wrnote
Trakteer: https://trakteer.id/wrnote
Ko-fi: https://ko-fi.com/wrnote
Your support keeps this channel going - thank you for being part of the journey!

No comments:

Post a Comment