JS

Pages

Sunday, November 01, 2026

Di Balik Layanan Cloud: Lapisan Hardware dan Infrastruktur

Ketika membuka layanan cloud, yang terlihat hanyalah halaman web atau aplikasi. Jauh di bawahnya ada tumpukan teknologi yang membuat semuanya berjalan. Materi perkuliahan Cloud Computing membagi arsitektur cloud menjadi empat lapisan: hardware, infrastruktur, platform, dan aplikasi. Artikel ini membahas dua lapisan terbawah - hardware dan infrastruktur - karena di sinilah fondasi semua layanan cloud berada.

Ilustrasi artikel

Peta empat lapisan

Secara umum, arsitektur cloud bisa digambarkan sebagai tumpukan: lapisan hardware di paling bawah, di atasnya lapisan infrastruktur, lalu lapisan platform, dan terakhir lapisan aplikasi yang langsung dipakai pengguna. Pembagian serupa juga dipakai NIST dalam dokumen reference architecture-nya. Artikel ini fokus pada dua lapisan terbawah: hardware dan infrastruktur.

Lapisan hardware: data center yang sesungguhnya

Di lapisan paling bawah ada perangkat keras sungguhan: rak-rak server, sistem penyimpanan, perangkat jaringan, pendingin, dan catu daya cadangan di dalam data center. Inilah bagian cloud yang paling jarang terlihat, tetapi menentukan banyak hal: kinerja layanan, lokasi fisik data (yang berkaitan dengan aturan kepatuhan), dan seberapa tahan layanan terhadap gangguan listrik atau bencana.

Bagi pengguna, lapisan ini memang "tidak terlihat", tetapi bukan berarti boleh diabaikan. Pertanyaan seperti "di region mana data saya disimpan?" atau "bagaimana redundansi data center-nya?" adalah pertanyaan tentang lapisan hardware - dan jawabannya biasanya bisa ditemukan di dokumentasi penyedia.

Lapisan infrastruktur: virtualisasi yang membagi-bagi mesin

Di atas hardware berjalan lapisan infrastruktur. Teknologi kuncinya adalah virtualisasi: satu mesin fisik dibagi menjadi banyak mesin virtual, masing-masing berjalan seolah-olah komputer sendiri. Dengan cara ini, kapasitas data center yang sangat besar bisa dipotong-potong dan disewakan ke banyak pengguna sekaligus secara efisien - inilah yang memungkinkan resource pooling, salah satu karakteristik cloud menurut NIST.

Bagi pengguna, lapisan infrastruktur adalah titik di mana mereka mulai bisa "memesan" sesuatu: mesin virtual dengan kapasitas tertentu, ruang penyimpanan, atau jaringan virtual. Pada model layanan IaaS (Infrastructure as a Service), yang disewakan memang lapisan ini.

Pembagian tanggung jawab

Satu hal penting yang lahir dari arsitektur berlapis ini adalah pembagian tanggung jawab. Penyedia bertanggung jawab menjaga hardware dan lapisan infrastruktur tetap berjalan - mengganti komponen rusak, menjaga data center tetap dingin dan aman. Pengguna bertanggung jawab atas apa yang mereka pasang dan jalankan di atasnya, misalnya sistem operasi tamu, konfigurasi, dan data mereka sendiri. Batas pastinya bergantung pada model layanan yang dipakai (IaaS, PaaS, atau SaaS).

Penutup

Lapisan hardware dan infrastruktur adalah fondasi yang jarang terlihat tetapi menentukan kinerja, lokasi data, dan pembagian tanggung jawab antara penyedia dan pengguna. Memahami keduanya membuat istilah seperti virtualisasi, region, dan IaaS tidak lagi terasa abstrak. Artikel ini disarikan dari materi kuliah Cloud Computing.

Referensi

Semua kanal Wawan Ridwan: https://lnk.bio/wawanridwan

Enjoying WRNOTE? You can support the channel here:
Saweria: https://saweria.co/wrnote
Trakteer: https://trakteer.id/wrnote
Ko-fi: https://ko-fi.com/wrnote
Your support keeps this channel going - thank you for being part of the journey!

No comments:

Post a Comment