Digitalisation is not only about making things digital. It is about making operations better.
#DT risk was executives’ #1 concern in 2019, while 70% of DT initiatives failed to reach their goals.
#AirlineIndustry, Flight Management System (FMS) menjadi bagian dari ekosistem Passenger Service System (PSS), bersama Reservation, Inventory, Ticketing, Loyalty System, dan Customer Management System. Modul-modul ini saling terhubung melalui data dan process untuk membentuk satu operational picture. Sederhananya seperti mempersiapkan perjalanan: siapa yang ikut, barang yang dibawa, kendaraan, rute, bahan bakar, hingga bagaimana memastikan perjalanan aman dan efisien. Di penerbangan, konsepnya sama dengan kompleksitas jauh lebih tinggi melalui flight planning, aircraft performance, navigation, positioning, dan operational data yang didukung FMC, GPS, IRS, navigation system, dan Automatic Flight Control System.
#MiningIndustry. Kali ini Fleet Management System bukan tentang aircraft, tetapi bagaimana mining equipment bekerja sebagai bagian dari keseluruhan operasi. Jika di penerbangan pertanyaannya “Where is the aircraft? What is its condition? What is the flight plan?”, di mining menjadi “Where is the equipment? What is it doing? How is its performance? Is the operation running according to plan?”
FMS di mining lebih dari equipment tracking. Data GNSS/GPS, IoT, onboard computers, machine interfaces, telemetry, wireless networks, sensors, dan positioning systems dapat memberikan visibility terhadap equipment performance, utilisation, operating status, location, idle time, cycle time, movement, hingga production activities.
Khususnya, human factor dan safety. Equipment yang bekerja baik belum tentu menghasilkan operasi yang baik jika process, operator behaviour, atau kondisi lapangan tidak mendukung. Operational data dapat membantu melihat hubungan antara equipment performance, human performance, operational behaviour, dan safety, sekaligus meningkatkan situational awareness.
FMS seperti dashboard kesehatan kendaraan: bukan hanya menunjukkan kendaraan berjalan atau berhenti, tetapi membantu memahami penggunaan, performance, indikasi masalah, dan aspek safety. Pada High-Precision FMS, accuracy menjadi sangat penting karena positioning dan machine guidance harus mendukung pekerjaan berdasarkan digital design dengan presisi tinggi, sementara Low-Precision FMS memberikan operational visibility dan fleet monitoring.
Implementasinya bukan hanya installation hardware dan software. System configuration, machine integration, network connectivity, data quality, testing, UAT, training, user adoption, change management, serta coordination antara IT, operation, vendor, dan stakeholder harus berjalan bersama.
Prinsip Digital Transformation tetap sama: menghubungkan People + Process + Technology + Data untuk menghasilkan visibility lebih baik, keputusan lebih tepat, dan operasi yang lebih safe, predictable, and efficient.
amadeus.com
hexagon.com
hbr.org
Semua link: https://lnk.bio/wawanridwan
Enjoying WRNOTE? You can support the channel here:
Saweria: https://saweria.co/wrnote
Trakteer: https://trakteer.id/wrnote
Ko-fi: https://ko-fi.com/wrnote
Your support keeps this channel going - thank you for being part of the journey!
No comments:
Post a Comment